KELOMPOK
4
KETUA:MUH.THITAN
NDIBA (C2011782)
ANGGOTA: MOH.ISHAK
(C20117591)
ISNAENI R SINGGO
(C20117572)
NIRMA R BEY (C20117496)
NURAYU S.KA(C20117359)
JUDUL MATERI :
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN MANAJERIAL ORGANISASI
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS TADULAKO PSDKU II TOUNA
2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada saya dan tak lupa Shalawat serta salam tetaplah
terlimpahkan kepada junjungan Rasul Muhammad SAW. Tak lupa pula penulis
berterima kasih kepada Dosen yang telah membimbing sehingga kami berhasil
menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
“ Implementasi Strategik” dan disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategic.
Makalah ini berisikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan
implementasi strategic. Semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Saya menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi
AMPANA
01 Maret 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI ...........................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................
1
1.1 Latar Belakang
.........................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah
.....................................................................
2
1.3 Tujuan
......................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................... 2
2.1 Pihak yang Mengimplementasikan
Strategic.............................
2
2.2 Cara Pengimplementasian
Strategic...........................................
3
2.3 Pengukuran Prestasi Kerja Organisasi Divisi
dan Fungsional ...
5
BAB
III PENUTUP ..................................................................................
11
3.1 Kesimpulan
.............................................................................
11
3.2 Saran
........................................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen
strategic merupakan sebuah proses untuk merumuskan dan mengimplementasikan
strategic dalam mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi
atau perusahaan. Apabila perencanaan strategic telah dirumuskan sesuai dengan
visi dan misi yang sesuai maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan
perencanaan strategi tersebut. Namun sebelum mengimplementasikan strategi,
sangat perlu adanya rancangan pelaksanaan, agar semua unsur strategic dapat
bersinergi dan saling memotivasi satu sama lain. Sebenarnya tahap implementasi
atau pelaksanaan merupakan kegiatan administrative khususnya koordinasi atas
semua unsur strategi agar mengarah pada pencapaian tujuan.
Sehingga
dengan demikian tahap implementasi merupakan tahap penting untuk melihat dan
mengevaluasi apakah sesuai dengan perencanaan dan trget yang ada. Dengan
implementasilahh manajemen strategic mampu untuk dilaksanakan oleh pihak-pihak
yang bersangkutan sebagimana mestinya. Dari hal itulah, kami tertariik untuk
membahas mengenai implementasi strategic beserta pihak-pihak yang
mengimplementasikan serta proses implementasi dan penilaian kinerja organisasi
baik devisi maupun organisasi fungsional.
1.2 Rumusan Masalah
1. Siapakah pihak yang
mengimplementasikan strategic?
2. Bagaimanakah cara
pengimplementasian strategic?
3. Bagaimanakah pengukuran prestasi
kerja organisasi divisi dan fungsional?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pihak-pihak yang
mengimplementasikan strategik.
2. Mengetahui cara pengimplementasian
strategik
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pihak Yang Mengimplementasikan Strategik
Tujuan
dan strategis perusahaan atau organisasi akan mudah untuk diimplementasikan
dengan baik,apabila tujuan dan strategi tersebut dituangkan kedalam rangkaian
kedalam bentuk program yang terjadwal dengan jelas serta memperoleh alokasi
sumber daya yang memadai yang telah dituangkan dalam bentuk aggaran yang akan
membentuk setiap programnya. Program-program yang dibuat oleh perusahaan
selanjutnya didukung oleh prosedur yang menjelaskan secara rinci bagaimana
suatu strategi harus dilakukan. Melalui prosedur tersebut, akan
menjelaskan berbagai aktivitas yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu
program. Kemudian, perusahaan harus mengembangkan struktur organisasi yang akan
memudahkan impplementasi strategi yang telah dipilih perusahaan atau
organisasi.
Jumlah
pihak yang terlibat dalam implementasi strategic sangatlah banyak, dibandingkan
dengan mereka pihak yang merumuskan. Disebagian besar perusahhaan
multi-industri, pelaksana strategi adalah setiap orang yang ada didalam
organisasi. Bebrerapa pihak yang mengumplementasikan manajemen strategic
diantaranya:
1. Direktur Fungsional (keuangan, pemasaran,
sumber daya manusia, atau operasi)
2. Direktur divisi atau unit basis strategis
(SBU)
3. Manajer proyek
4. Manajer pabrik
5. Kepala kepala unit
6. Manajer operasional
7. Dll
Pihak-pihak
yang berperan dalam mengimplementasikan manajemen strategic sangatlah berperan
dalam menetukan sukses atau tidaknya implementasi strategi, meskipun mereka
hanya sedikit dilibatkan dalam pengembangan strategi perusaahaan. Perubahan
visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan-kebijkan penting perusahaan lainnya
perlu dikomunikasikan secara jelas dan transparan kepada seluruh manajer
operasional. Dengan demikian maka manajer operasional akan mampu mempengaruhi
manajemen puncak dan manajemen menengah dalam melakukakan setiap proses
perumusan maupun implementasi untuk mencapai kinerja perusahaan yang optimal.
2.2 Cara Mengimplementasikan Manajemen Strategik
Untuk
dapat mendukung implementasi strategi yang telah disusun, maka para manajer
divisi dan wilayah fungsionanl harus bekerja sama dengan rekan manajer lainnya
dalam mengembangkan program,anggaran, dan prosedur yang diperlukan untuk hal
tersebut. Mereka harus mampu bekerja sama untuuk mencapai sinergi diantara
berbagai divisi dan wilayah funngsional agar mampu unntuk mempertahankan dan
mendapatkan keunggulan kompetitif perusahaan atau organisasi.
Beberapa langkah dalam
implementasi strategic diantaranya:
1. Mengembangkan Program, Anggaran, dan Prosedur
Program
dibuat bertujuan untuk membuat strategi dan dapat dilaksanakan dalam tindakan (action oriented). Setelah program tersusun, kemudian
dilanjutkan dengan membuat anggaran. Merencanakan sebuah anggaran adalah proses
pengecekan terakhir pihak manajemen terhadap kelayakan strategi yang dipilih.
Dengan memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengimplementasikan
sebuah progam, hal tersebut menjadi sebuah petunjuk dalam strategi yang ideal.
Proses menyusun dan mendesain anggaran program, baik divisional maupun
perusahaan akan mengarahkan pihak manajemen untuk mengembangkan prosedur
standart operasi (standart operating procedures/ SOP). SOP berisi rincian berbagai
aktivitas yang diperlukan untuk sebuah program perusahaan atau organisasi.
2. Mencapai Sinergi
Salah
satu tujuan yang harus dicapai dalam implementasi strategi adalah memperoleh
sinergi diantara berbagai fungsi dan unit bisnis yang ada.
Igor
Ansoff menyatakan bahwa terdapat 4 jenis sinergi yang seringkali mempengaruhi
keberhasilan implementasi strategi:
a. Sinergi Pemasaran
Sinergi pemasaran dapat
tercipta melalui kerjasama antara saluran distribusi, wiraniaga, dana tau
dengan gedung penyimpanan. Misalnya: sinergi melalui periklanan dan promosi
bersama dapat memeberikan keuntungan yang berlipat ganda yang diperolah dengan
biaya yang relative lebih kecil.
b. Sinergi Operasional
Sinergi operasional dapat
diperolah melalui kerja sama penggunaan tenaga kerja dan fasilitas, dan
kebutuhan operasional dengan jumlah yang besar.
c. Sinergi Investasi
Sinergi investasi dapat
tercipta melalui penggunaan bersama fasilitas produksi dalam pabrik, pembelian
persediaan bahan baku, penggunaan bersama peralatan dan mesin-mesin pengolahan.
d. Sinergi Manajemen
Sinergi manajemen diperoleh
melalui pelaksanaan manajemen yang kompeten untuk menambah unit bisnis baru
atau produk baru, sehingga dapat untuk meningkatkan kinerja.
Sinergi-sinergi
tersebut tidak akan diperoleh begitu saja, dalam mencapai sinergi-sinergi
tersebut perlu adanya usaha untuk mengembangkan budaya organisasi yang
mendukung, serta program pengembangan reorganisasi dalam memadukan keseluruhan
operasi perusahan atau organisasi yang ada.
Penerapan strategi
(implementation)
1. Leadership Implementation
1) Mencari dan menetapkan tenaga
ahli pada posisi yang benar dan tepat
2) Pemimpin pilihan dan penugasan
yang sesuai
3) Gaya dan iklim perlu
diperhatikan dalam pelaksanaan kepemimpinan
2. Organizational Implementation
1) Meninjau kembali posisi organisasi
perusahaan atau stream living
2) Tetap menjalin hubungan
baik dengan distributor
3) Melakukan internal marketing
3. Policy Implementation,
perencanaan dan kebijakan dibentuk untuk meyakinkan bahwa:
1) Keputusan strategi benar-benar
di implementasikan
2) Terdapatnya basis pengawasan
atas strategi yang dilaksanakan
3) Ada nya penanganan yang
konsisten
4) Koordinasi antar unit lebih
ditingkkatkan
4. Policy yang diimplementasikan
2.3 Pengukuran Prestasi Kerja
Organisasi, Devisi Maupun Unit Fungsional
A. Pengertian Organisasi
Organisasi
adalah wadah kegiatan yang mencerminkan pembagian tugas dan wewenang dan
tanggung jawab yang meliputi system manajemen sebagai proses dalam mencapai
tujuan.
Dalam
hal ini terdapat beberapa jenis organisasi yang dapat dipillih dalam
pengimplementasian strategic, namun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan
kondisi usaha yang dijalankan.
a. Organisasi Divisional
Organisasi
divisional merupakan jenis perusahaan yang biasa nya digunakan untuk
memproduksi lebih dari satu jenis produk. Organisasi divisional dapat
didefinisikan sebagai struktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan
kesamaan produk, layanan. Didalam organisasi divisional, terdapat pembagian
pada setiap divisi, yang memiliki hak wewenang dan tanggung jawab
sendiri-sendiri. Sehingga dengan demikian maka organisasi divisional lebih
terarah dan kondusif dalam mengimplementasikan manajemen strategic yang
sebelumnya telah terencana. Organisasi divisional ini biasanya digunakan oleh
perusahaan yang berskala menengah keatas, hal ini disebabkan oleh biaya
operasional yang lebih tinggi dari bentuk organisasi fungsional.
Misalnya: divisi pembuat truk, berbeda dengan divisi pembuat mobil sedan
didalam perusahaan otomotif.
b. Organisasi Fungsional
Organisasi
fungsional merupakan jenis organisasi yang mencerminkan unit-unit kerja
berdasarkan fungsinya.
Jenis
organisasi fungsional biasanya digunakan pada perusahaan yang memproduksi satu
jenis barang, atau barang-barang yang diproduksinya relative sama. Pada
struktur ini terdapat lima kelompok kerja utama yaitu divisi pemasaran, divisi
produksi, divisi personalia, serta divisi belanja umum. Pembagian kerja pada
struktur organisasi fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya,
seperti keuangan, produksi, pemasaran, dan sumber daya manusia.
Karyawan-karyawan yang memilki keterampilam atau skill yang sama akan
dikelompokkan dalam satu unit kerja.Misalnya: pabrik roti tawar dan roti manis,
apotek, hotel, rumah sakit.
Sehingga
dengan model struktur organisasi yang fungsional, sebuah organisasi akan mampu
mengaplikasikan manajemen strategic yang sebelumnya telah direncanakan guna
mencapai tujuannya sesuai dengan jabatan fungsional yang diemban dalam sebuah
organisasi atau perusahaan.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Organisasi Divisional dan Organisasi Fungsional
a. Organisasi Divisional
Kelebihan:
1. Kesatuan komando terjamin
sangat baiik, karena pimpinan berada pada satu tangan
2. Proses pengambilan keputusan
berjalan dengan cepat, karena jumlah orang yang dianjak berkonsultasi masih
sedikit
3. Rasa solidaritas antar karyawan
umumnya sangat tinggi,karena mudah saling mengenal
Kekurangan:
1. Seluruh organisasi terlalu
bergantung pada satu orang, sehingga apabila seseorang tidak mampu, seluruh
organisasi akan terancam kehancuran.
2. Adanya kecenderungan pemimpin
akan bertindak secara otoiter
3. Kesempatan karyawan untuk
berkembang terbatas
b. Organisasi Fungsional
Kelebihan:
1. Spesialisasi karyawan dapat
digunakan semaksimal mungkin
2. Solidaritas antar anggota
umumnya tinggi
3. Koordinasi antar orang yang menjalankan
satu fungsi mudah dilaksanakan
Kekurangan:
1. Ada kecenderungan bagi karyawan
karyawan untuk mengspesialisasikan diri dalam suatu bidang kegiatan tertentu.
2. Orang yang bergerak dalam suatu
fungsi atau bidang tertentucenderung untuk mementingkan fungsinya sendiri,
sehingga koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dijalankan atau sukar untuk
digerakkan total system.
d. Kendala-Kendala Dalam
Organisasi Divisional Dan Organisasi Fungsional
1. Kendala Eksternal
Organisasi divisional
|
Organisasi Fungsional
|
1. Trend ekonomi, teknologi,dan
kondisi social yang tidak menguntungkan
|
1. Kondisi ekonomi kurang
menguntungkan
|
2. Minimnya kepada sumber akses
keuangan dan manajemen
|
2. Minimnya pertumbuhan pasar
|
3. Minimnya pasar domestic yang
diperlukan untuk mendukung perusahaan yang terverifikasi dengan luas.
|
3. Sulitnya dana yang akan
diperolah atau minimnya underwriter yang membantu perusahaan go public.
|
4. Mentalitas konservatif yakni,
budaya puas diri dengan kondisi status quo dan minimnya hasrat untuk
berkembang
|
4. Keterbatasan jumlah dan
kualitas tenaga kerja
|
5. Keusangan teknologi produksi
|
2. Kendala Internal
Organisasi Divisional
|
Organisasi fungsional
|
1. Ketidak sediaan untuk
mengambil resiko yang ada
|
1.Kecilnya ambisi yang
dimiliki oleh wiraswasta
|
2. Manajemen menolak untuk
berubah, untuk melindungi hasrat pribadi
|
2.Rendahnya efisiensi operasi
|
3. Kurangnya system pengawasan
yang berkaitan dengan penilaian investasi dan operasi
|
3.Masalah produk dan
kelemahannya
|
4. Ketidakluwesan organisasi
|
4.Kurangnya sdm yang
berkualitas dalam perusahaan
|
5. Minimnya pengembangan
manajemen, dan jumlah manajer tidak cukup untuk menangani
|
5.Minimnya sumber daya
seperti pinjaman dana, pabrik wiraniaga dll.
|
6. Minimnya kemampuan unntuk
merumuskan dan mengimplementasikan strategi karena tidak sesuaian kondisi
|
6.Minimnya kemampuan
perencnaaan dan pengorganisasian
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tahap
implementasi merupakan tahap penting untuk melihat dan mengevaluasi apakah
sesuai dengan perencanaan dan trget yang ada. Dengan implementasilahh manajemen
strategic mampu untuk dilaksanakan oleh pihak-pihak yang bersangkutan
sebagimana mestinya. Beberapa pihak yang mengimplementasikan strategic
diantaranya: Direktur Fungsional (keuangan, pemasaran, sumber daya
manusia, atau operasi),Direktur divisi atau unit basis strategis (SBU),Manajer
proyek,Manajer pabrik,Kepala kepala unit,Manajer operasional, Dll
Pihak-pihak
yang berperan dalam mengimplementasikan manajemen strategic sangatlah berperan
dalam menetukan sukkses atau tidaknya implementasi strategi, meskipun mereka
hanya sedikit dilibatkan dalam pengembangan strategi perusaahaan. Perubahan
visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan-kebijkan penting perusahaan lainnya
perlu dikomunikasikan secara jelas dan transparan kepada seluruh manajer
operasional. Dengan demikian maka manajer operasional akan mampu mempengaruhi
manajemen puncak dan manajemen menengah dalam melakukakan setiap proses
perumusan maupun implementasi untuk mencapai kinerja perusahaan yang optimal.
3.2 Saran
Menyadari
bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,sehingga
penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.kekurangan
makalah ini disebakan terbatasnya jumlah referensi yang penulis gunakan.
Sehingga kedepannya penulis akan lenih fokus dan details dalam menjelaskan
tentang pembahasan makalah dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang
tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Semoga makalah ini dapat berguna dan
memberikan ilmu yang bermanfaat baik bagi penyaji dan pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Hunger, David & Thomas L.
Wheelen. 1996. Manajemen Strategic. Yogyakarta: Andi
Hardjito, Dydiet, 2001, Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian, Jakarta: Raja Grafindo
Prawirosentono, Suyadi & Dewi
Primasari, 2014, Manajemen Strategic & Pengambilan
Keputusan Koorporasi, Jakarta: Bumi Aksara
Matondang, 2008, Kepemimpinan, Yogyakarta: Graha Ilmu
Solihin,Ismail, 2009, Pengantar Manajemen, Jakarta: Erlangga
Ismail Sholihin, Pengantar Manajemen, Jakarta:
Erlangga, 2009, Hlm 85David Hunger & Thomas L.
Wheelen, Manajemen Strategic, Yogyakarta: Andi, 1996,
Hlm 299-23
Matondang, Kepemimpinan,
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008, Hlm 85-
Dydiet Hardjito, Teori Organisasi dan
Teknik Pengorganisasian, Jakarta: Raja Grafindo, 2001, Hlm
Suryadi Prawirosentono & Dewi Primasari, Manajemen
Strategic & pengambilan keputusan Koorporasi, Jakarta: Bumi Aksara,
2014, Hlm 47- 48
Ibid, Hlm 33-
Suryadi Prawirosentono & Dewi Primasari,
Op.cit, Hlm 314-315